Pages

27 November 2006

General: Sang Laba Laba //

Siapa sih yang tidak kenal laba-laba? salah satu kelebihannya adalah jaringnya yg halus dan kuat. Dengan kelebihannya itu dia hanya cukup menunggu sang musuh atau umpannya masuk sarangnya, lalu dia habisi setelah korbannya lemas tak berdaya. Pernahkah kita tahu bahwa sang laba-labapun bisa masuk perangkapnya (sarang) sendiri alias.....


“senjata makan tuan”. Jawabanya “Ya, bisa! “ tetapi hanya berlaku sesaat, berikutnya dia akan berusaha membebaskan diri dengan cara menenalan serat benang sedikit demi sedikit menggunakan enzim tertentu yang ada di mulutnya. Anda belum yakin? “Try at Home”, cari sarang dan laba-labanya kemudian jatuhkan sang laba-laba tsb ke dalam sarangnya secara cepat. Tunggu beberapa saat, sejurus kemudian anda akan bilang “Luar biasa, Amazing, incredible, gile benar! ”.

Up’s! tunggu dulu masih ada pertanyaan tersisa, apakah ada manusia yang berkelakuan kayak laba-laba?. Mereka malas bekerja keras cukup taruh perangkap/ umpan, tunggu dengan sabar sampai rejeki datang sendiri. Tanpa disadari sekali terperosok umumnya kita tidak bisa kembali karena memang kita bukan laba-laba...!


22 November 2006

Humor: Hidung Belang //

Tentu kita semua sudah tahu apa arti “hidung belang” yaitu merujuk ke seseorang khusnya kaum pria yg doyan sama perempuan. Istilah lain yg lebih melegenda mungkin “playboy” yg merujuk atau identik dengan kelinci. Untuk istilah Playboy, asal usulnya masih relatif jelas dan masuk akal kerena memang yg namanya kelinci doyan kawin. Coba anda perhatikan....


kelinci pd saat musim kawin begitu ngelihat pantat pasti di embat…he..hee.. parahnya lagi kaga mengenal wajah, usia, waktu, dan tempat..ehem.. beda khan sama manusia? Nah pertanyaan berikut yg perlu penjelasan lebih jauh dan logis adalah:

~ Dari mana dan bagaimana asal usulnya “hidung belang"?

~ Kalau buat wanita bagaimana? apakah juga dipakai istilah “hidung belang”? atau mungkin musti bikin istilah baru wanita “pipi belang”?


Ada yg bisa bantu jawab? boleh dong di share ……..…

21 November 2006

Opini: Mengelola Amarah//

Seberapa sering kita mengucapkan kalimat sumpah serapah atau kata-kata yg menyakitkan hati sampai-sampai seisi kb binatang kita sebut semisal “kuda lo”, “anjing lo”, Babi” “dasar sompret” dll baik terhadap orang lain, rekan kerja, teman atau mungkin keluarga kita ?. Kalau jawabanya “Iyah” waspadalah karena lonceng kematian sebenarnya sedang mendekati kita melalui berbagai penyakit…...

Itulah yang kita sebut “marah” atau “amarah”, dari segi scientist/ kedokteran pada saat kita marah maka hormon adrenalin akan naik, jantung berdebar, pikiran menjadi kacau dll. Akumulasi inilah yang lambat laun akan memperlemah tubuh kita dan penyakit akan dengan mudah menyerang dari mulai penyakit hipertensi, jantung koroner, gagal ginjal, liver atau kombinasi diantaranya.

Dari segi rohani, kita sering mendengar kalimat “Jauhkanlah amarah! karena amarah temannya syetan” pointnya, apabila hati kita kotor maka sifat-sifat syetan spt dengki, iri hati, syirik dll akan nempel di tubuh kita. Ini pula yang menyebabkan tubuh kita lemah dan ujung ujungnya sama, penyakit akan segera mendera, bahkan lebih parah lagi penyakit depresi atau bahkan tdk mustahil penyakit jiwa mendatangi kita…eiht…amit-amit.


So, untuk menghindarinya amarah jangan kita diamkan jangan pula kita obral tetapi di kelola ? nach lho ? Maksudnya kalau marah pada tempatnya itu sih bagus sebagai sarana penyaluran karena kalaupun di pendam akan menyebabkan penyakit juga ? pusing khan ? yah terserah situh dech !. Sungguh susah-susah gampang mengelola atau meredam amarah. Coba bayangkan, keseharian kita mau kaga naik darah gimana kalau dijalan mobil di serempet motor, di salip dari kiri, macet, kaga mau ngantri, anak-anak kaga bisa di atur, duit lagi kosong, usaha memble, bini arisan melulu. Cara mengelola amarah buatku adalah Makan banyak, tidur nyenyak, banyak-banyak baca “istighfar” dan hasilnya …he..he…masih marah-marah bo… ! tapi dikit.


09 November 2006

Opini: Bush Goes to Ind //


Berikut kutipan rekaman pembicaraan president AS, George Rambo Bush dengan presiden IR (YBS) seputar pesiapan kedatangannya ke negara IR tgl 20 Nov’ 06 nanti. Pembicaraan telpon ini berhasil di sadap oleh pegawai setia president yaitu seorang tukang kebun Istana:


Bush: “Sir, you have to follow my rule mulai saya tiba di bandara Halim Perdana Kusuma semua harus clear dalam radius 5 km then kalau perlu pesawat Anda yang masih grounding (tdk ada suku cadangnya krn embargo red.) segera di singkirkan saja!. Jangan lupa pd saat tiba di istana Anda di Kb. Raya Bogor harus clear juga?. Singkirkan semua angkot, PKL dan liburkan saja sekolah! Are you Ok?”

YBS: “ Dalem, tuan Bush!”

Bush: “Good, please di bongkar, tebang atau babat saja sebagian kecil tanaman di dekat istana Anda Kb Raya Bogor. Saya butuh landasan untuk pendaratan pesawat super canggih saya, helicopter “Black Hawk”. Are you agreed with this?”

YBS: “Are you sure you want me to do that!. Bogor kota hujan kami khawatir atas keselamatan Anda, petir bisa menyambar Anda sewaktu-waktu!. Anyway saya akan coba kerahkan anak buah untuk melaksanakan itu secepatnya!.

Bush:” Very nice, then agen keamanan saya Secret Services terdiri dari para Sniper dan SWAT akan melakukan sweping sendiri. Really, tentara anda (INT) cukup jadi penggembira saja, saya kurang yakin dengan kinerja & peralatannya!. Maaf Anda jangan tersinggung ?”

YBS: “Mana mungkin saya, tentara dan rakyat IR tersinggung!, Anda tahu negara kita terkenal dgn keramah tamahnnya very warm people you know! btw you don’t have to worry lah!”

GRB: “Good, very warm people! one more, Saya juga mau semua signal hand phone diacak selama kunjungan saya ke negara Anda kalau perlu dimatikan semuanya !. Saya sungguh takut ada yang mau bom, you know musuh saya banyak sekali! belum lagi hilang trauma saya sejak gedung WTC kebanggan AS di bom . Saya dengar Nurdin M Top masih berkerliaran ..he..he..juga Sumanto sdh bebas dari penjara yah..he..he..!”

YBS: “You know Sumanto?..he..he....yup! count on me lah, saya akan berbuat yg terbaik buat baginda Bush. Semua aparat tak saya kerahkan walaupun kelihatannya itu sangat berlebihan!”

Bush: “ What did you say? over reacting?”

YBS: “No..No….segitu aja marah!, jangan salah pengertian !”

YBS: ”Anything else you want me to do?”

GRB: “ ekr..sijkt..kresk. how about TAHU GEBRO? I heard that ...he;lss..kreskk ”. Sambungan terputus.

YBS: “ halo..halo ..halooo..TAHU GEBRO?…halo..” Dasar brengsek!, mentang-mentang negara adikuasa arogan banget mana pertemuannya cuma 8 jam tapi reportnya minta ampun......!

06 November 2006

Humor: 3 Sahabat //

Mudik lebaran kemarin aku ketemu dua sahabat yang belum sempat ketemuan lagi selepas SMA. Kami memutuskan piknik bareng sambil pergi memacing di suatu tempat. Semasa SMA dulu kami selalu besaing dalam berbagai hal dari mulai belajar, mejadi ketua OSIS, sampai-sampai berebut pacar yang sama. Sesampainya di lokasi, masing-masing mulai mempersiapkan peralatan memancing termasuk umpan dan kailnya. Seperti biasa rasa ego dan bersaing kami mulai kumat:

Alex: “ Umpan saya paling TOP dech!, baru nyemplung ke air belum beberapa menit sudah di embat sama ikan” sambil memincingkan matanya ke arah kami berdua dengan penuh arti.

Bertus: “ Segituh sih cingcay ! punya gue lebih gila, baru gue pasang umpan di kail belum nyentuh air lho, si ikan sudah nyambar-nyambar sambil meloncat ke kail gue!”. Diapun melirik penuh tanya.

Aku sambil mikir dan tentunya tak mau kalah gertak “ Kalian pada belum seberapa, pada saat tadi malam aku lagi bikin umpan tiba-tiba pintu rumah aku ada yang ketuk. Aku cari tahu siapa dan begitu aku buka pintu, ikan-ikan sudah ngantri di pintu boo… sambil ngomong ama aku cepetan dong mancingnya saya kan sudah lapar …..!”. terus terang saya tak sempat melirik mereka saking gondoknya.

Satu hal pasti kebersamaan dan perbedaan musti di jaga dan hal inilah yang membuat hidup lebih bermakna dan bervariasi.

02 November 2006

General: Terapi OKUPASI //

Sudah hampir 3 minggu ini aku mendampingi anaku yang no 2 untuk terapi Okupasi. Terapi ini dikhususkan untuk menanggulangi anak dengan katagori Hyperaktif. Lama kegiatan kurang lebih 2 jam per sesi. Kegiatannya sekilas seperti bermain semisal melompat, bernyanyi, memajat jaring, bergelantungan, meniti balok bergoyang, susun puzzle, berhitung dll.
Terapi Okupasi sebenarnya untuk melatih bagian-bagian tubuh (motorik & sensorik) bergerak secara terkoordinasi yang ujungnya bisa meningkatkan kinerja susunan syaraf pusat, menguatkan daya ingat dan paca indra. Setelah konsultasi dengan beberapa dokter ahli (Phiskolog anak) juga cari literature di internet mungkin bagus juga di share ke blog, karena banyak para orangtua termasuk saya pribadi kurang peka dan tidak sadar bahwa anak kita mengidap atau mempunyai gejala Hiperakitf atau bahkan Autis.


Gejala Hiperaktif/ Autis ada beberapa jenis tetapi kesemuanya mengacu kesatu sasaran yaitu “Ganguan Tumbuh Kembang dan Otak “. Adapun penyebanya sangat komplek dan sangat unik untuk setiap anak. Sebenarnya gejala awal sudah bisa saya rasakan pada saat anak saya masuk TK dan pada saat masuk SD. Kami sebagai Orangtua lengah tidak cepat tanggap akan hal tersebut, pada saat itu kami beranggapan akan teratasi dengan sendirinya sesuai dengan berjalannya waktu seperti juga kakaknya yang pertama. Ternyata tidak demikian, malah sebaliknya makin lama makin susah di atur disamping prestasi akademisnya semakin menurun.

Gejala yang perlu di amati/ di waspadai (sebagian percis dialami oleh anak saya):

~ Telat bicara, pada anak normal sampai umur 3 tahun minimal anak harus sudah bisa mengucapkan satu dua suku kata bahkan beberapa anak sudah mampu merangkai kalimat pendek semisal “Aku tidak mau”, “mama aku mau makan” dll walaupun pola bicaranya mungkin masih cadel atau belum jelas.

~ Tidak bisa fokus, paling lama bisa konsentrasi 5 menit dan mudah teralihkan perhatiannya terhadap yang lain.

~ Tidak kenal lelah, sepanjang hari bisa bergerak terus seolah-olah energinya belimpah, bahkan anak saya baru bisa tidur selepas jam 11 malam.

~ Menentang, umumnya tidak pernah mau menurut atau sulit dinasihati walupun berulang ulang.

~ Sering asyik dengan dunianya sendiri kurang bisa bersosial atau berinteraksi dengan sesama/ teman.

~ Usil dan tidak sabaran.

~ Tanpa Tujuan, semua kegiatannya kadangkala tanpa tujuan jelas. Naik turun kursi pada orang normal mungkin untuk mengambil sesuatu tatapi pada anak hiperaktif tidak jelas.

~ Pemarah/ emosianal dan kurang spontan, responsip/ re-aktif.

Tips untuk orangtua (saran dari Dokter):

~ Terimalah kondisi anak sebagai titipan Tuhan dan sadari anak-anak berbuat kurang positif/ baik bukan kemauan mereka tetapi ada gangguan di dalam organnya. Aku sendiri dan istri kadang suka tak sabar dan cepat naik darah ..!. sungguh diperlukan kesabaran yang extra untuk menghadapi anak yang Hiperaktif.

~ Perbaiki perilaku anak secara terus menerus dan jangan pernah merasa bosan dan lelah. Saran yang diberikan Dokter terhadap kami “ Sebisa mungkin untuk bisa menyalurkan energy yang berlebih untuk kegiatan yang positif & bermamfaat ”.

~ Ikut terapi Medis, Ini yang harus segara dilakukan secepatnya. Berdasarkan diaognasa Dokter baru ketahuan jenis dan terapi apa yang cocok dengan anak tersebut. Terus terang hal ini yang menguras tenaga dan financial kita, satu hal yang belum pasti sampai berapa lama terapi tsb harus kita jalani ?. bahkan ada yang mengikuti terapi sampai tuntas dan sembuh selama 2 tahun. Aku menghidari terapi yang diikuti obat-obatan karena di beberapa tempat rehabilitasi anak ada yg mendiagnosa pakai obat. Lakukan kalau dirasa perlu dan mendesak tentunya setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter ahli dari berbagai displin ilmu (nurologi, syaraf, phiskolog). Satu hal pasti semua obat pasti ada efek samping baik untuk jangka pendek maupun panjang

~ Sediakan sarana, ini juga sunggung mahal tetapi bisa kita siasasti dengan permaikan kita pada saat dulu semisal bermain di pematatang sawah, sesekali ajak anak untuk menangkap ikan di kolam (malatih kesabaran sekaligus focus)

Note: Mudah-mudahan anakku cepat pulih dan menjadi anak yang aktif. Kuatkan dan doa’kan kami sebagai Oratua untuk bisa membingbing anaku untuk menemukan dunianya kembali termasuk aspek akademis. Semoga..!.

“Sooner or latter you will know that we all love you Hanezar…!”


01 November 2006

General: KETIKA..! //

Ketika datang, masih pagi sekali kala embun dan mentari pagi saling sapa
Ketika takbir dan tahmid bergema dimana-mana memanggil namaMu
Sementara, aku termagu di ujung sana berbalut sembilu
Sebaris kata, ya sungguh cuma sebaris kata terbesit di Qolbu
“ Ya Allah, ijinkan aku untuk bisa bertamu lagi di malam 1000 bulanMU”

Ketika pulang, masih sepenggalan siang kala embun seharunya menyapa tetesan air mata
Tak banyak ternyata …….?

Medio Garut,
End of Oct’ 06
(1427 H)

16 October 2006

Opini: Indonesian BLT vs Nobel Prizes' 06

Sejak diluncurkannya program pemerintah BLT (Bantuan Langsung Tunai) terhadap kaum miskin, sebagai bagian dari kompensasi pengurangan subsidi BBM tahun 2006. Dalam pelaksannya ternyata banyak menuai protes bahkan kericuhan yang berujung pada kematian. Belum lagi masalah kebocoran disana-sini, alih-alih mengurangi kemiskinan saya pribadi melihatnya malah yang terjadi justru sebaliknya:


~ Antrian kemiskinan kelihatan dimana-mana sungguh ironis negara yang kaya raya dengan alamnya harus mati dilumbung sendiri hanya karena pemerintah salah urus negara.
~ Orang yang sudah tua renta tak terkecuali harus rela ngantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan jatah BLT sebesar Rp. 300.000,- per bulan, benar-benar tidak manusiawi!.
~ Kericuhan selalu mewarnai setiap pelaksanan BLT. Masing-masing orang/ individu merasa berhak mendapatkan jatah atau tepatnya merasa & harus bangga di cap menjadi orang miskin!, sehingga layak mendapatkan jatah tersebut. Secara tidak langsung pemerintah sebenarnya menyuruh rakyatnya menjadi miskin.
~ Dugaan kebocoran atau lebih tepat “sunatan” oleh para penyelenggara kental terasa dengan tidak adanya kontrol yang ketat, undang-undang yang tidak jelas apabila di dalam pelaksanaanya terjadi penyimpangan.

Prolog:
Semua tahu dan mahpum kecenderungan masyarakat kita adalah pola hidup “KONSUMTIF”. Sekali diberi langsung habis alias “Gone With the Wind”, alasannya bisa bermacam-macam tetapi yang paling sering adalah karena unsur “Easy Come Easy Go”. Berdasarkan asumsi diatas, kenapa tidak dikelola saja dana/ uang BLT yang triliyunan tersebut oleh suatu organisansi/ unit yang berbadan hukum resmi. Dana tersebut baru di berdayakan terhadap orang-orang miskin. Intinya pemerintah memberi kail bukan ikan!, tentunya juga harus dibarengi dengan perangkat hukum/ undang-undang juga jelas.

Terus, apa hubungannya dengan hadiah “Nobel”?
Prof. Muhammad Yunus, dari Bangladesh yang meraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006 ini ideanya ternyata sangat sederhana, “memberdayakan orang miskin”. Idenya muncul justru pada saat Beliau mau mengambil gelar kesarjaannya. Sangat ironis Beliau melihat rakyatnya miskin karena kurangnya peranan individu yang mampu, baik secara ilmu maupun financial juga kurangnya keseriusan pemerintah Bangladesh untuk memberdayakan kaum miskin.

Selangkah demi selangkah Beliau mengembangkan unit/ organisasi kecil yang bergerak di bidang keuangan (kalau di Indonesia mungkin sejenis koperasi). Tujuannya sangat jelas memberikan kredit/ modal lunak (Micro Kredit) untuk para pengusaha kecil, dari kaum miskin tanpa bunga dan jaminan. Pelan tapi pasti sebagian kaum miskin kebanyakan terdiri dari kaum wanita, sudah bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Mereka bisa terbebas dari jeratan para tengkulak. Tahun demi tahun organisasinya semakin kuat dan mengakar, maka berubahlah menjadi sebuah Bank “Grameen” yang disegani dan hebatnya lagi, sebagian besar sahamnya 90% dimiliki dan dikelola oleh orang-orang miskin yang dulunya terpinggirkan.
Tahu tidak, begitu medapat hadiah Nobel dan uang milyaran dollar, beliau dengan pasti berucap “ Misi saya kedepan membebaskan kaum miskin di seluruh dunia!, karena saya melihat masih banyak kaum miskin yang membutuhkan uluran tangan kita !. Mereka miskin bukan atas kemauan mereka sendiri tetapi lebih karena keadaan dan kurangya kesempatan yang diberikan oleh kita semua, kita yang mampu!.” katanya mantap. Sampai sekarang Bank “Gramee” sudah ada di 22 negara dan berkerjasama dengan 52 patner.

Epilog:
Satu hal pasti, semua itu terlaksana tidak dengan jalan instan dan singkat seperti program BLT tetapi memerlukan tahapan-tahapan yang berkesinambungan, juga perjuangan yang tidak ringan dan mudah. Sebenarnya banyak orang-orang di sekitar kita yang berhati mulia dan peka terhadap kaum miskin seperti Prof. Muhamad Yunus, hanya saja belum tergerak!. Semoga saja.

06 October 2006

Humor: An Idiot's Guide to Ramadhan //

Have you seen the famous book of “Idiot’s for Math” or “Idiot’s for Marketing”?. I believe yes! but how about “Idiot’s for Ramadhan”. Eh, ternyata ada juga. Konyol banget terutama pada saat dialog:

~ “I heard you can't have sex in Ramadhan, is this true?”
~ “What about all that bowing 'yo-yo' stuff?
~ “When you kiss the ground and things?”

Benar-benar idiot question! anyway bagus juga buat yg belum tahu apa itu Ramadhan dalam artian umum. Penasaran khan ? simak saja….

An Idiot's Guide to Ramadhan

Ramadhan, what the heck is that?
Ramadhan is the 9th month of the Islamic calendar. It's when Muslims all over the world spend 30 days observing fast and bettering themselves in principles of faith.

Observing fast? Is that something to do with running, then?
No.

Oh, it must be driving, huh? You know, I can drive really fast, I've got an Escort...
Er...no.

Oh, what is it then?
Observing fast, or fasting, is when a person abstains (or keeps away) from eating and drinking.

What, you don't eat or drink anything? Don't you get hungry? I know I would.
Yes, that's the idea. We fast for 30 consecutive days during the month of Ramadhan.

30 days? Are you mad? No one can go 30 days without food and drink!
No, that's right, which is why Muslims only fast during daylight hours. Once the fast for each day ends, they are allowed to eat again.

Then, what's the point of fasting?
The reason Muslims fast is to discipline their body and mind. The absence of food and drink and other pleasures provides a perfect opportunity to concentrate on prayer and worship. Not having the luxuries of life to hand makes it easier to reflect on life and be grateful for what we do have. Muslims use this month to start afresh and give their life a new direction?

What kind of direction?
Many Muslims use Ramadhan to make resolutions, similar to New Year's resolutions. It is a time when they decide how they want to live their life for the next year and try their very best to adhere to their new commitments.

Commitments...?
Yes, like greater commitment to God and faith. Ramadhan is a time when Muslims can introduce practices into their life to reflect their religious identity. A lot of Muslims have a desire to pray more and learn more about Islam. Others wish to be better and nicer people while some want to learn Qur'anic Arabic to better their understanding of the Holy Book. For these people, Ramadhan is the best opportunity to begin this grand affair with something so personal and spiritually enlightening.

Can't they do it at any other time... why Ramadhan?
Ramadhan is a blessed month ordained by God. It is the month in which Satan
and his minions are said to be locked away in Hell to prevent them from misleading, deceiving and whispering in the ears of believers.

This doesn't mean that sin and bad deeds will completely disappear for a month but it
will mean that if bad deeds are done and sins committed, they will be from the hearts of people alone and the devil cannot be blamed.

However, God has promised the people that the reward for good deeds and actions during the holy month will be multiplied greater than usual and this encourages many to increase their level of worship and prayer. Although, this also applies to sins and so any naughty actions only invite greater punishment than usual.

Ramadhan does make it easier for Muslims to observe their faith though, largely because all Muslims are following the same pattern and so they are always offering each other moral support and encouraging each other to do better. Ramamdhan brings people much closer than normal as they forgive each other for any misdemeanours of the past, forge new and positive relationships and treat each other with greater respect.

What else do Muslims do in Ramadhan?
Well, aside from fasting, they pray more. Muslims should pray five times a day anyway and go to the mosque but many find this difficult so Ramadhan helps them to fulfill these practices and in many cases, stick to them long after Ramadhan is over. Muslims also read the Qur'an more and understand and share their religious teachings. They also learn to abstain from bad habits and minor and major sins and hopefully continue with the effort when Ramamdhan is over too.

What kind of bad habits are we talking about, like picking yer nose?
Well, that could be one. Many people are always trying to give up things that they know are bad for them or things that make God angry. These are usually things that are not good for people and not good for those around them and so people use Ramadhan as the time to drop these ills. It is debatable as to what is considered a bad habit or deed but because Ramadhan is observed as a religious obligation, most use religious teachings to determine what is right and what is wrong.

So, what's the really bad stuff then?
A number of things. Practices like smoking, swearing, drinking alcohol and abusing drugs, treating people with disrespect and being mean, harming or hurting living things, being cruel, un-courteous and selfish. There's a whole host of things, many of them universally accepted as 'unhealthy'.

I heard you can't have sex in Ramadhan, is this true?
Sex is allowed in Ramadhan but not during the fast. Just like food and drink, a person's natural needs must be fulfilled. Muslims are normally allowed to eat, drink and have sexual relations so this would be the case in Ramadhan but not during the fast when all must be avoided or they could nulify the fast. When the fast is over for the day, those things that are halal (lawful) may continue but more time should still be spent on worship.

However, Islam doesn't allow extra-marital relationships so any sexual activity outside of marriage or contrary to Islamic teaching is prohibited and those who may indulge in any such activity are expected to try their very best in Ramadhan to abstain with
intent to give up - the same applies to any haraam (prohibited) activities
as mentioned before.

What about all that bowing 'yo-yo' stuff?
You what?

When you kiss the ground and things?
I think you're referring to prayer. Muslims don't kiss the ground, they prostrate to the Lord in submission. As I mentioned, Muslims must try to improve and excel in their prayer during the holy month, with extra effort on the regular prayers during the day, not just Friday services. Both Muslim men and women should make more effort to go the mosque and spend more time studying Islamic knowledge and the Qur'an.

Attending lectures and being involved in good work, whether it's helping out at the old folk's home or even attending a peace rally, all is encouraged. During Ramadhan, there are special prayers known as the 'Tarawih' service which are performed every
evening at the mosque in congregation.

When does the fast begin and end?
The fast begins just before dawn when Muslims eat a light meal (suhoor) and confirm their intention to fast for the day. The fast ends at sunset when the call to prayer (Adhan) is announced. Eating a date or some water are the recommended and most popular methods of concluding the fast. The time when the fast ends is known as 'Iftar'.

When you break the fast, do you have to eat Asian food?
Because Islam is not a culture, there is no restriction on what is eaten by Muslims provided it is prepared in the halal manner. Quite obviously, pork and alcohol are not allowed. Recommended food items for Muslims include dates, milk, water, honey, olives and figs - all for their nutritional properties and religious significance. With regards to main meals, anything from fish and chips and spag bol to curries and cous-cous is allowed.

Why do some people stuff themselves when the fast is over?
Those who are fasting should deprive themselves of the meals they would normally have during the times of fast but they shouldn't really eat all they missed once the fast is over as this defeats the whole objective of the fast. When breaking the fast (of having breakfast, I guess), they should simply have the meal they would on any other day. It is permissible to have a more elaborate feast if one if hosting a 'Iftar' meal for guests as this is considered a good and noble act, in which there is divine reward.

But don't you have to think about the poor?
Yes, Ramadhan is also about thinking about the less fortunate and needy although in a lesser degree to improving one's own character over the blessed month. Not eating and drinking does encourage Muslims do recognise how the poverty-stricken and starving people in the world must bear the burden of daily life and this is why, in Ramadhan, many Muslims donate more to charities and why mosques collect more so that people right across the world can have better life and those who donate can gain greater regard for well intentioned actions.

So who has to fast, is it everyone?
Not everyone. Young children are encouraged to learn about fasting but fasting is only obligatory (a must) for anyone beyond adolescence (or over the age of 10 according to some scholars). Muslims who have medical conditions that prevent or make fasting difficult, those who are not of sound mind or are going through a pregnancy or menstruation cycle as well as those who are too young or too old do not have to fast. In some circumstances, individuals who cannot fast for any number of reasons may make up the fast at a later date.

Some people call it 'Ramadam', what's that all about?
The month is correctly known as 'Ramadhan' or 'Ramadan', the latter being the more anglicised version. 'Ramadam' is incorrect and is mistakenly used. 'Ramadam-dam-dam', as pronounced by Ali G, is also wrong but you probably

guessed that already.

05 October 2006

General: Pilar Project //


Kalau kita jalan-jalan, belanja atau sekedar sigh seeing ke Mall, Supermarket maka kita pasti sering melihat pilar penyangga bangunan. Nah daripada kosong melompong bagaimana kalau kita dress up dengan branding dan dipajang dgn product2x kita menarik kali ?. Base on idea tersebut juga refferensi dari market lain maka di mulailah “Pilar project” yang pertama di market Indonesia….



Beberapa benefit yg kita di harapkan adalah create “impulse buying” dan “brand awareness” terhadap product kita. Untuk tahap awal kita pilih dan negosiasi dengan hypermarket yang terbesar dan berpengaruh di Indonesia. Walaupun sedikit alot finally, kita sepakat untuk dress up 28 pilar di Store (national scope), dan ini yang paling "pening" harus kelar sebelum tiba Idul Fitri 2006.


Asyik juga ngegarap project ini banyak suka dukanya both external and internal yang jelas before you do everything always say “Bismillah” and follow with this principle “Do the best thing, the others will follow”. Tanpa terasa up to now sudah 16 pilar yg sudah terpasang the rest mostly will be finished within this 3 week (before Idul Fitri), Lebaran gua bisa tenang nich…makan ketupat, lalaban dan jangan lupa menu favorit “Jengkol bakar”…he..he..

26 September 2006

General: Siraman Ramadhan //

Sedikit pertanyaan yg menggelitik kala mengikuti acara “ Extending Allah’s Mercy and Kindness to all Humanity Through Ramadhan Devotion” . Salah satu perserta bertanya “Kanapa shalat Shubuh 2 rakat, Dhuhur & Ashar 4 rakat, Magrib 3 rakat dan Isa 4 rakaat?”. kita kupas satu persatu:


Prolog, pada dasarnya Allah sudah mengetahui dan mengatur keperluan kita di muka bumi ini sebagai “khalipah” dari dulu, sekarang sampai hari kiamat datang. sehingga Kegiatan kita bobotnya 80% lebih ke hubungan sosial/ bermasyarakat (horizontal) dan sisanya 20% hubungan dgn Allah (vertical). Tak percaya ? kita coba asumsikan dan analogikan:

~ Dari total alokasi waktu satu hari 24 jam, hampir 12 jam dihabiskan dengan bekerja/ beraktifitas dan bersosial sisanya Allah menetapkan untuk beribadah dan istirahat malam hari. (tidak termasuk PSK, bartender, penjaga hotel, satpam siapa suruh bekerja malam hari ! , wong Allah menciptakan siang untuk berjalan di muka bumi sedangkan malam hari untuk istirahat….he..he.. pendapat pribadi nich).

~ Sahdan, dijaman Nabi Muhamad SAW ada hamba Allah bernama Aasad, beliau sangat rajin dan taat beribadah. Kesehariannya hanya di isi dengan shalat, zikir, tahajud, membaca alquran dan yg paling hebat selalu dilakukan di masjid. Semua sahabat tak meragukan lagi ke sholehannya sampai suatu saat beliau meninggal dunia dan pada saat akan di kebumikan Nabi Muhamad SAW berucap “ Kasihan si Asad, seharusnya dia mendapatakan baginnya yg layak”. Sambil terkejut para sahabat bertanya “ bukankah beliau yg paling rajin beribadah diantara kita, bahkan sebelum Baginda datang ke mesjid beliau sudah ada menyambut Baginda?”. Betul wahai sahabat, tetapi dia lupa satu hal “ tidak pernah menyentuh istrinya, kurang mengasihi anak-anaknya dan jarang menyapa tetangga dan saudaranya!”.(ingat bobot horizontal lebih banyak daripada yg vertical)

Kembali ke jumlah rakaat:
~ Shubuh 2 rakaat, waktunya pendek, manusia butuh persiapan lebih awal untuk bersosial / beraktifitas bahkan dijaman sekarang seperti saya jam 5.30 sudah harus pergi menuju kantor kalau tidak wasalam absen merah melulu ujung-ujungnya bonus berkurang ..he..he. Hal ini sesuai dgn anjuran Allah untuk berjalan dimuka bumi (ikhtiar/usaha red) dimulai dari terbit matahari s/d terbenam matahari. Coba bayangkan kalu kita diharuskan shalat Shubuh 4, 8, atau bahkan 10 rakaat.

~ Dhuhur & Ashar 4 rakat, Allah maha mengetahui dari pagi s/d siang hari dilanjutkan sore hari kita sdh banyak melakukan dosa-dosa kecil. seperti bergunjing, ngomong yg tdk perlu apalagi sambil berbohong atau bahkan diantara kita yg sudah merasa modern buka internet/ e-mail jorok (he..he..iyah juga sih) nah untuk menghpusnya diwajibakn masing-masing 4 rakaat.

~ Maghrib 3 rakaat, peralihan dari siang menuju malam hari cukup singkat sehingga Allah cukup memberikan 3 rokaat

~ Isya 4 rakaat, inilah waktu yg terpanjang dan terpenting, dimana umumnya kita lagi istirahat dan tidak terjaga maka syaetan segera menyususun strategy bersama orang-orang jahat untuk berusaha mempengaruhi kita baik melalui mimpi, dukun santet dll (berbuat jahat). Ingat QS An-Nas dan Al-Ikhlas. Untuk mengatisipasi Allah mengajurkan kita berdoa sebelum tidur dan shallat Tahajud, karena secara metafisika roh kita pada saat tertidur tercabut dan terikat tetapi tidak terlepas karena kalau terlepas berarti meneninggal.

Walahuallam, mari kita ambil intisarinya.


22 September 2006

General: "MARHABAN YA RAMADHAN" //

Bahagia rasanya memasuki bulan suci Ramadhan 2006 tanpa terasa kita harus segera mananggalkan semua atribut keduniawian. Semua teman, collega berkirim SMS ataupun e-mail sambil mengucap “Marhaban ya Ramadhan” diiringi ucapan dan kalimat yang sungguh mengguncang hati. Aku cukil salah satunya:

“ Saatnya istirahat dalam pemuasan nafsu duniawi
Saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga
Saatnya mensyukuri indahnya kemurahanNya
Saatnya memahami makna pensucian diri
bersama kita leburkan kekhilafan, dengan shaum mempertemukan kita dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kita semua menjadi pilihanNya untuk dikabulkan do'a - do'a dan kembali menjadi fitrah”

Tetapi masih ada yang mengganjal dengan ucapan itu, coba kita urai

~ Selang beberapa jam datang lagi email maupun SMS dengan ucapan yg sama percis...!. Hatiku jadi miris dan masih menyisakan sedikit pertanyaan “mudah-mudahan mereka mengerti, memaknai dan sesuai dgn isi hatinya”. Inilah salah satu dampak teknologi super canggih, semua serba instan tinggal “copy and paste” kirim dech kalimat-kalimat super indah tsb beres……..!, tanpa pernah atau mau mencoba mencerna atau bahkan merenungi makna yg terkandung didalamya.

~ Satu kebiasaan dan budaya yang perlu kita kurangi bahkan kalau bisa di hilangkan yaitu budaya mudik dan shopping. Semua muslim tahu disaat menjelang 10 malam terakhir di bulan puasa, kita dianjurkan untuk meningkatkan amalan kita salah satunya Itikaf di mesjid. Ironis sekali kita dari tahun ke tahun selalu disibukan dgn urusan DUNIAWI. Para Bapak sibuk ke bengkel atau sewa mobil buat mudik, para Ibu sibuk pinjam uang ke PEGADIAN buat bikin kue dan anak-anak tanpa kita sadari di didik untuk punya baju baru, sepatu baru dan tetek bengek lainnnya yg harus serba baru. Sementara Mesjid “Rumah Alloh” kita tinggalkan sampai kosong melompong, hanya tersisa cicak di dingding sambil berucap “ Kasihan mereka hanyalah lapar dan dahaga yang didapat”

Anyway, mari kita songsong bulan penuh barokah dan ampunan tsb dengn kegitan yg bermakna. Sedikit pintaku “Ya Alloh beri kami sekeluarga kekuatan untuk bisa mengisi undanganMU”.


18 September 2006

Humor: Samiaji Gathering //

Cerita ini aku dedikasikan terhadap para tetanggaku untuk tetap kompak selalu baik di kala senang, sakit akibat penyumbatan pembuluh dompet ataupun dikala kalah badminton ataupun gapleh/ remi di setiap malam minggu. Sungguh peristiwa yang membahagiakan sekaligus aneh masak ada orang yg pernah nembus kelokan 99 di padang sana tumbang di kelokan puncak pas !





Ketika Pergi:
Hari minggu kamarin kami 17 september 2006 kami para gang SAMIAJI 4 (3 keluarga beserta para juniornya) gathering ke KBR Cibodas-puncak. Sampai di Cibodas jam 9 pagi dimana kami mendapat kejutan semua GRATIS MASUK alias FREE ! hal ini terjadi dikarenakan sahabat kita Pak Doeng-doeng teryata ex kuncen di Cibodas (mantan pendaki gunung Gede-Pangrango selama +/- 8 th) atau percisnya mirip-mirip mbah "Marijan" premannya Gd. Merapi so semua kenal ama dia dari tukang parkir, penjaga karcis dll cuma penjaga WC umum aku belum sempat tanya kenal ama beliau tdk.

Di Lokasi:
Pukul 10 pagi rencana akan dilanjutkan mendaki ke water fall "Cibeureum" tetapi mengingat beberapa kondisi dibawah ini maka pendakian tdk jadi dilaksanakan:
1. Jarak pendakian di perkirakan 2 jam dgn kondisi sangat curam dan berbahaya (kali..he..he)
2. Para bapak & Ibu2 tdk mungkin menggedong juniornya dari basecame ke atas sana ! bisa-bisa rontok siku2nya
3. para bapak2 sudah terserang penyakit busung lapar (belum sarapan bo dari pagi!)
so diputusakan secara mufakat cukup di basecame saja pada ketinggian berapa meter aku lupa yg jelas kaga tinggi-tinggi amat sih sambil "CUCURAK" makan timbel, sambel & ngasuh anak-anak bermain kesana kemari asyik juga ngeliat mereka bahagia bisa ngelihat hutan lebat. Aku yakin bapak-bapaknya juga jarang ngelihat hutan yg asli selama ini khan cuma yg itu-itu saja..he.. ngerti kali.

Ketika Pulang:
jam 2.30 siang kami kembali ke bogor sambil mampir dulu di puncak untuk rehat sebentar di Vilanya Pak Doeng-doeng sambil bersilahturahmi dgn keluarga besarnya. Banyak juga cerita yg menarik dan perlu disimak salah satunya cerita gembong DI/ TI th 1950 dimana Katot Suwiryo yg menyerang desa mereka dan untuk menangkalnya mereka mengunakan "pagar betis" ! nah ini yg patut kita garis bawahi BETIS. (maksud lo..)
Tepat jam 5 sore kita meluncur pulang belum nyampai kelokan 99 terjadi kejutan, sopir tembak kita Pak Roji mabok kepayang alias muntah...idih...kok bisa yah? sedangkan para juniornya saja anteng-anteng saja tuh. Kita akan jadikan bahan ini sebagai referensi kong-kow pada saat malam minggu. Gathering berikutnya mudah-mudahan bisa terlaksana di villa ku di GARUT sana....!

"Jadikan Tetanggamu sebagai Saudaramu! ". Thanks God, really nice to have good neighbor.
special thanks to :
~ Pak. Doeng-doeng & family for their hospitality and welcoming.
~ Pak. Roji & family for the logistic.
~ Pak. Bagus & family for the transportation.
~ Me & My Family untuk support moralnya..he..he.